5 Etika Bisnis Syariah Yang Wajib Diketahui


Kali ini kita akan membahas mengenai etika bisnis syariah. Nah, apa sih sebenarnya etika itu? Etika merupakan nilai atau norma yang dipegang teguh baik bagi perseorangan maupun kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Sedangkan etika bisnis syariah merupakan suatu prinsip yang dipegang teguh guna menjalankan bisnis yang berpatokan pada syariah atau nilai-nilai ajaran Islam.

Agar kegiatan bisnis yang dilakukan jauh dari kata haram, maka pelaku bisnis harus mengetahui bagaimana etika bisnis syariah ini. Berikut ini akan dijelaskan beberapa etika bisnis yang sesuai dengan syariah Islam.

1. Menjunjung Tinggi Kejujuran Dan Kebenaran

Dalam menjalankan suatu bisnis, kejujuran merupakan prinsip utama yang harus dipegang teguh oleh para pebisnis. Hal ini dikarenakan dalam Islam, kejujuran menjadi hal mendasar. Berbicara kejujuran dan kebenaran dalam konteks bisnis selalu dikaitkan dengan niat dan perilaku yang benar terhadap proses transaksi yang dilakukan. Selain itu, tidak menutup-nutupi sesuatu hal dan tidak pula ada sebelah pihak yang merasa dibohongi.

2. Bebas Dari Unsur Riba

Etika bisnis syariah selanjutnya yakni bisnis yang dilakukan harus bersih dari unsur riba. Riba merupakan pengambilan tambahan dari harga pokok atau modal yang tidak sesuai dengan syariat agama.

Pengertian lain dari riba yaitu mematok harga jual yang lebih besar dari modal yang dikeluarkan serta keuntungan yang telah diperhitungkan. Untuk itu, agar pebisnis dapat terhindar dari unsur riba, maka salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan memperhatikan darimana dan bagaimana cara dalam mendapatkan modal.

3. Menjunjung Tinggi Nilai Keadilan

Keadilan merupakan nilai yang sangat dijunjung tinggi dalam menjalankan bisnis syariah. Untuk itu, Islam sangat menganjurkan untuk berlaku adil dan melarang berbuat curang atau berlaku dzalim dalam kegiatan berbisnis maupun berdagang.

Nilai adil dalam berbisnis diterapkan dengan cara memenuhi takaran barang yang diperjual-belikan sesuai dengan takarannya, tidak mengurangi takaran karena hal tersebut merupakan hal yang bathil.

Kecurangan yang dilakukan dalam bisnis akan berdampak pada kehancuran bisnis tersebut, karena kunci utama dalam berbisnis adalah kepercayaan dari para pelanggan.

4. Rasa Tanggung Jawab

Setiap pebisnis dituntut untuk memiliki rasa tanggungjawab terhadap bisnis yang dilakukan, hal ii merupakan salah satu etika bisnis syariah yang perlu dipegang teguh. Pebisnis yang bertanggung jawab dapat membatasi dirinya dari tindakan-tindakan yang dirasa sudah diluar batas syariat.

Rasa tanggung jawab ini erat kaitannya dengan tanggung jawab kepada Tuhan yang mana akan dimintai di akhirat kelak, serta tanggung jawab kepada sesama manusia yang berkaitan dengan hukum-hukum formal dan non formal seperti sanksi sosial dan lain sebagainya.

5. Tidak Memaksa Dan Menjual Belikan Yang Haram

Etika bisnis syariah terakhir yakni tidak memaksakan barang yang dijualnya kepada calon pembeli agar mau membeli atau menggunakan barang tersebut. Pihak-pihak yang terlibat harus menjalankannya dengan dasar saling rela atau sama-sama bersedia terhadap transaksi yang dilakukan.

Selain itu, barang yang diperjual belikan haruslah barang yang halal, baik bahan baku  yang digunakan maupun sifat-sifatnya. Dalam syariat Islam memperdagangkan barang-barang seperti minuman keras, judi, barang curian dan lain-lain hukumnya adalah haram.

Untuk itu sebagai pelaku bisnis haru mengerti mengenai halal dan haram agar dapat menjalankan bisnisnya sesuai dengan syariat.

Nah, itulah etika bisnis syariah yang harus diketahui dan diterapkan bagi pelaku bisnis agar dapat terhindar dari penyimpangan bisnis, sebab bisnis itu ada yang halal dan ada yang haram. Untuk itu menegakkan etika yang berdasarkan syariat harus dilakukan karena tidak hanya memberikan manfaat akan tetapi juga dapat memberikan rasa aman dalam menjalankan sebuah usaha atau bisnis itu sendiri.