Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Inilah Penyebab Keterbatasan Sumber Daya Manusia Kompeten dan Profesional Pada Perbankan Syariah

Perbankan Syariah

lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan pembiayaan dan jasa-jasa lainnya dalam lalu lintas pembayaran serta peredaran uang yang pengoperasiannya disesuaikan dengan prinsip syariat Islam.

Kegiatan dan usaha bank yang selalu berkaitan dengan komoditas:

  1. Memindahkan uang
  2. Menerima dan membayarkan kembali uang dalam rekening koran
  3. Mendiskonto surat wesel, surat order dan surat berharga lainnya
  4. Membeli dan menjual surat-surat berharga
  5. Membeli dan menjual cek, surat wesel, kertas dagang
  6. Memberi jaminan bank

Lembaga perbankan ialah Inti dari setiap sistem keuangan semua bangsa

Bank memiliki peran sebagai badan usaha, rujukan setiap orang, mulai dari swasta hingga milik pemerintah, dan sebagai badan hukum yang melakukan transaksi baik dalam bentuk penyimpanan uang, hutang piutang, serta jasa-jasa lainnya (yang berhubungan dengan masalah keuangan).

Problematika Perbankan Syariah

Sejak Pemerintah Republik Indonesia menerbitkan UU No.10 tahun 1998 tentang perbankan, yakni system dual banking, pertumbuhan rata-rata perbankan syariah di dalam negeri sangat pesat.

Akan tetapi hal berbeda terjadi pada perkiraan total volume usaha perbankan syariah yang disampaikan oleh Bank Indonesia pada 2011 silam yakni hanya 1,6 persen (bahkan tidak mencapai 2 persen) dari total transaksi industri perbankan syariah. Berbanding 2:96 dengan total transaksi industri perbankan konvensional.

Keterbatasan Sumber Daya Manusia Kompeten dan Profesional Pada Perbankan Syariah
Karakteristik SDM yang harusnya dimiliki oleh perbankan syariah ialah SDM yang mempunyai karakteristik keteladanan Rasulullah yaitu :

  1. Shiddiq
  2. Amanah
  3. Fatanah
  4. Tabligh

Kenyataan SDM di Perbankan Syariah Saat ini

  • SDM ‘dadakan’ 
  • Tidak memiliki back ground ilmu syariah

Selama ini keterbatasan SDM yang kompeten dan profesional di bidang syariah dan perbankan ditutupi dengan cara menempatkan karyawan yang tidak sesuai klasifikasi dan tidak memiliki back
ground yang sesuai sehingga pelayanan yang diberikan kepada masyarakat juga tidak maksimal.

Solusi Atas Problematika Keterbatasan SDM Kompeten & Profesional Pada Perbankan Syariah

a. Pelatihan operasional: pembelajaran dan pelatihan dasar-dasar operasi dengan menggunakan sistem yang telah terimplementasi.

b. Pelatihan layanan nasabah: pembelajaran standar layanan baru dengan menggunakan sistem yang telah terimplementasi, pengenalan Customer Information File, Customer Relation Management, verivikasi tandatangan pada electronic signature, dan lainnya.

c. Pelatihan produk : pembelajaran produk-produk perbankan secara umum dan produk perbankan bank syariah yang telah dibakukan, baik produk pendanaan, produk pembiayaan maupun produk jasa.
Korelasi & Partisipasi Institusi Pendidikan.

Perguruan tinggi dalam proses trasformasi nilai dalam pembentukan SDM yang kompeten dan profesional memerlukan langkah-langkah strategis, antara lain:

  • Menanamkan kecintaan terhadap ilmu dan pengetahuan dan teknologi kepada mahasiswa. 
  • Menciptakan suasana dalam proses belajar mengajar yang mampu membangkitkan kekreativan dan minat belajar mahasiswa.
  • Menumbuhkan daya juang, profesionalisme dan wawasan keunggulan untuk membangun SDM yang berkualitas.
  • Kurikulum yang berorientasi pada kebutuhan riel yang relevan dengan tuntutan dan perkembangan yang ada. 
  • Pendidik yang kompeten dan berkualitas.
  • Tersedianya sarana dan fasilitas belajar yang memadai, mulai dari perpustakaan (literatur lengkap) hingga laboratorium (bank, akuntansi, dan lainnya).
  • Pengajaran ekonomi dan bank syariah harus di padukan dengan pemahaman dan pengetahuan tentang teori-teori ekonomi konvensional. 
  • Menumbuhkan moral sebagai bentuk keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan sebagai nilai dasar dalam menghadapi kehidupan yang mengglobal.

Kebutuhan adanya SDM yang handal sebagai pondasi berkembangnya perbankan syariah merupakan tantangan yang sekaligus mestinya dijadikan sebagai peluang.

Sumber daya manusia


Sebagaimana dimaklumi melalui berbagai media dan informasi, Bank Indonesia memprediksi industri perbankan syariah membutuhkan SDM yang cukup besar dan diperkirakan pada tahun 2011 kebutuhan itu mencapai angka 50 ribu sampai 60 ribu orang dan akan meningkat di tahun berikutnya.