Manajemen Risiko Institusi Finansial Islam

Risiko Finansial

Resiko yang bisa menyebabkan finansial langsung terhadap aset atau liabilitas sebuah bank. Resiko finansial muncul pertama dalam pembahasan dan dalam pembuatan keputusan, baik intitusi keuangan konvensional maupun maupun islam sama-sama terbuka bagi risiko kredit dan pasar.

Risiko Kredit

Risiko kredit dikenal sebagai resiko potensial dimana pihak lawan gagal membayar obligasinya sesuai dengan kesepakatan. Resiko kredit muncul dalam hampir semua instrumen dengan beragam tingkatan dan ada banyak teknik untuk memitigasi risiko tersebut.

Karakteritik unik di bank islam memiliki resiko kredit khusus:

Dalam kasus transaksi murabahah, bank islam terbuka terhadap resiko kredit ketika bank tersebut menyerahkan aset kepada klien tapi tidak menerima pembayaran dari klien tepat pada waktunya.

Dalam kontrak/akad bay’ al-salam atau isthisna, bank dihadapkan kepada resiko kegagalan untuk mensuplai tepat waktu atau sama sekali gagal menyuplai, atau gagal menyuplai kualitas komoditas yang telah ditetapkan sesuai kontrak.

Dalam kasus investasi mudarabah, dimana bank islam melakukan kontrak mudarabah sebagai rabbul-mal (prinsipal) dengan mudarib eksternal (agen), selain masalah umum prisnsipal-agen bank islam juga dihadapkan pada peningkatan risiko kredit pada jumlah yang dibayarkan kepada mudharib.

Resiko Pasar

Resiko pasar bagi institusi finansial timbul dalam bentuk pergerakan harga yang tidak diharapkan seperti , yield (hasil) (resiko tingkat pengembalian), peringkat benchmark (resiko nilai bunga), nilai tukar mata uang (resiko FX), harga komoditas dan ekuitas (resiko harga) yang meiliki potensi memengaruhi nilai finansial sebuah aset sepanjang masa kontrak.

Faktor-faktor Risiko

Resiko Mark-up

Bank islam terbuka terhadapa resiko mark-up karena nilai marak-up yang mereka gunakan dalam murabahah dan instrumen trade-financing lain bersifat tetap sepanjang masa kontrak sedangkan nilai benchmaraknya bia berubah.

Risiko Harga

Dalam kasus bay’ al-salam, bank islam menghadapi ketidakpastian (volatilitas) harga komoditas sepanjang periode antara penyerahan komoditas dan penjualan komoditas tersebut di harga pasar yang sedang berlaku. Resiko ini mirip dengan resiko pasar kontrak forward apabila tidak di hedge dengan benar.

Risiko nilai asset yang disewakan

Dalam kasus pengoperasian ijarah, bankmenghadapi resiko pasar berkaitan dengan penurunan dala nilai residual aset yang disewakan pada akhir masa sewa atau dalam kasus penghentian penyewaan ini karena gagal bayar, sepanjang masa kontrak.

Resiko pertukaran mata uang

Pergerakan kurs mata uang merupakan resiko transaksi lain yang muncul dari karakteristik deferred trading dalam beberapa kontrak yang ditawarkan oleh bank Islam.

Resiko harga sekuritas

Dengan peningkatan pasar obligasi Islam (sukuk), bank Islam menginvestasikan sebagai asset mereka dalam sekuritas yang dapat diperdagangkan (sukuk).

Risiko investasi ekuitas

Institusi finansial islam terbuka terhadap resiko investasi ekitas dalam investasi pembagian keuntungan kerugian pada sisi aset. Hal ini mencakup investasi berbasis kemitraan mudarabah dan musyarakah.

Risiko Kuangan

Resiko ini mencakup risiko yang bersumber dari manajemen sumber daya finansial institusi islam dalam term manajemen kas, manajemen ekuitas, manajemen likuiditas jangka pendek, dan manajemen aset dan liabilitas (MAL).

Resiko Manajemen Liabilitas Aset 

Risiko manajemen liabilitas dan aset (MLA) merupakan selisih neraca akibat perbedaan dalam jatuh tempo dan kondisi portofolio bank atas sisi aset dan liabilitasnya. Menurut teori, bank islam tidak terlalu rentan mengalami ketidaksesuaian aset dan liabilitas dan karena itu kurang rentan terhadap ketidakstabilan dibandingkan konvensional.

Resiko Tata Kelola

Ada beberapa risiko tata kelola yang perlu kita ketahui, adalah sebagai berikut:

  1. Risiko operasional
  2. Resiko fidusiari
  3. Risiko transparansi
  4. Risiko syariah
  5. Risiko reputasi

Resiko lindung Nilai (hedging)

Risiko hedging merupakan risiko kegagalan untuk memitigasi dan mengelola berbagai tipe risiko. Hal ini meningkatkan keterbukaan risiko bank secara keseluruhan.

manajemen risiko


Selain ketidaktersediaan produk untuk membentengi risiko, pasar sekunder yang tidak likuid, non eksis dan dangkal juga merupakan sumber lain peningkatan risiko hedging bank islam.